Minggu, 15 Agustus 2010

Cerebral Palsy Jangan panik ada jalan keluarnya!!

Perjalanan Panjang untuk Cerebral Palsy

Tahun 1983 aku lulus Akademi Fisioterap di Solo, aku sempat kerja di YPAC Jakarta sampai anakku ke 3 lahir tahun 1995. Dan aku bersama temen-temen mengekspresikan suatu obsesi bahwa anak Cerebral Palsy itu bukan suatu hal yang tanpa harapan, tanpa masa depan di Kitty Centre Jakarta. Saat aku baru lulus dan selama 2-3 tahun aku bekerja ,anak Cerebral Palsy ( CP ) makin hari makin buruk ,aku sempat bertanya sama Maha Pencipta kenapa yang diciptakan tidak ada manfaatnya, tempat aku bertanya adalah almarhum Prof Soelarto SpBO ,beliau menjawab kalau CP adalah kerusakan di pusat jadi kesimpulannya sulit,tapi bisa ditahan untuk sedikit lebih baik. Bukan itu jawaban yang kumau, beliau hanya menyodorkan buku orthopedi karangan Prof Eugine Black, bukan itu jawaban yang ku mau. Aku baca semua buku aku selalu menjawab bukan itu jawabannya, almarhum Sri Rahayu SmPh pulang dari LONDON belajar Bobath method dan atas kebaikan hatinya kita yang berminat diajarinya ,tapi aku belum mendapatkan jawaban yang kumau. Aku kenal fisiotepi dari Jerman sedikit mengajarkan aku metode Voyta tapi aku kurang sejalan dengan pola terapinya.
Tahun ke 5 jadi fisioterapi aku dapat bea siswa ke Jepang berkunjung 13 kota disana ,aku mendapatkan ilmu case base rehabilitation untuk anak -anak berkebutuhan khusus tapi bentuk terapi yang tepat aku belum mendapatkannya. tahun 1998 aku pergi lagi ke Bobath Memorial Hospital Osaka ,sedikit pencerahan aku diajarkan cara casting untuk anak CP dari dr Suzuki Bedah Orthopedi tapi pernah ikut bobath di London.
Sejalan dengan berdirinya Kitty Centre aku mulai membuat formula terapi untuk anak CP,dan dari hari ke hari metode yang aku lakukan Alhamdulillah makin banyak yang dapat jalan walaupun dengan waktu yang agak susah di targetkan ,karena orang tua yang mempunyai anak CP seperti kejatuhan bom ,tidak ada yang siap dengan masa depan anaknya dan yang terjadi mempengaruhi pola pikir ,mereka berharap semua bisa sembuh seperti anak-anak yang lain, akhirnya pendekatanku adalah pertama orang tuanya yang berikutnya adalah anaknya.

3 pilar untuk mencapai keberhasilan bagi anak CP
  1. Lingkungan yang mensupport semua program
  2. Program yang terstruktur
  3. Kondisi anak ( kalau dibawah 3 tahun anak gampang sakit/sehat, kalau lebih 5 tahun perilakunya manja/tidak )
Pendekatan ini memudahkan aku membimbing orang tua supaya dapat mengikuti program yang aku buat.
Tahun 2003 aku mendapat pelajaran singkat dari dokter asal India tentang suntikan Botox, seperti gayung bersambut proses terapi menjadi lebih terstruktur dan aku dapat meramalkan berapa lama anak CP ini dapat jalan dengan program, Alhamdulillah ya Rob apa yang menjadi pertanyaanku dapat jawaban setelah 28 tahun aku berfikir dan berfikir dan sudah ribuan anak aku bantu bersama teamku ,sekarang ini aku mempunyai murid CP sekitar 250 anak .Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk anak-anak ini, kalau aku pulang berkunjung ke Centre di luar negeri Belanda,Jepang ,Cina, Malaysia, Bangkok, Singapura .Hongkong aku sedih" no body want to know abaut them"
Aku hanya bisa menikmati wajah-wajah orang tua dan anak -anak yang tersenyum setelah melihat anaknya bisa jalan, mereka adalah malaikat yang dikirim ke hatiku.